Catatan dan Terobosan Kementerian Kesehatan Untuk JKN dalam Forum Bakohumas 2016



Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek,Sp.M (K) menghadiri Pertemuan Forum Bakohumas (Badan Kordinasi Hubungan Masyarakat) 2016 dengan tema “Implementasi Kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Pembangunan Kesehatan” untuk memberikan beberapa catatannya. Forum kali ini bertempat di ruang J. Leimena Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2016 lalu.Di awal forum Surya Nandika dari Bakohumas menyampaikan bahwa kesehatan adalah aspek penting dalam kehidupan. Untuk itu Bakohumas diingatkan kembali dalam forum ini sesuai Pesan Presiden kepada Bakohumas bahwa sebagai humas harus cepat dan intensif dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas.
 
Menkes Nila Moeloek - docpri

Ketika Para Dokter (IDI) Melakukan Aksi Damai Pro Rakyat

Pada 24 Oktober 2016 lalu, para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan Aksi Damai bersama. IDI  menyatakan dukungan penuh terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan ingin memberikan masukan kepada pemerintah agar tercipta perbaikan sistem kesehatan dan sistem kedokteran yang dianggap berujung kepada perbaikan kualitas kesehatan di masa depan. Aksi Damai IDI bertepatan dengan HUT IDI yang keenam.
 
doc IDI

Film Ibu Maafkan Aku: Makna Dibalik Film dan Poster Untuk Menghormati Ibu


Film Ibu “Maafkan Aku” produksi pertama dari OMI (Onasis Media Intertaimen) picture pada 25 Oktober lalu mengadakan konferensi pers peluncuran trailer, poster dan ost resminya di Djakarta Theater, Jakarta. Acara ini dihadiri oleh para pemain dalam film Ibu dan bertempat di dalam salah satu studio yang ada. Pemain dalam film Ibu antara Christine Hakim, Ade Firman Hakim, Meriza Febriani, dan Marcelino Wibowo.
 
Para pendukung Film Ibu Maafkan Aku - docpri

Meet The Makers ke 11: Regenerasi Tradisi dan Budaya Melalui Produk Kerajinan



Pameran produk pengrajin dari seluruh Indonesia bernama Meet The Makers merupakan pameran yang diadakan setahun sekali dan untuk yang kesepuluh kalinya bertempat di Alun-alun Indonesia, Grand Indonesia Mall (sekali diadakan di Bali). Tahun ini, Meet The Makers yang kesebelas (11) mengambil tema “Regenerasi” yang artinya meregenerasi produk pengrajin lokal untuk dapat melihat rangkaian sejarah dan nilai budaya dari suatu produk melalui tangan-tangan pengrajin.
 
docpri
Pingky S. - docpri

Batik Nusantara Kini Hadir di Mangga Dua Square


Terletak di Jakarta Utara, Mangga Dua Square terkenal sebagai pusat jual beli dan reparasi barang elektronik, semacam laptop, komputer bahkan gadget. Begitu juga dengan area Mangga Dua yang dipenuhi oleh oleh pusat perbelanjaan serupa, sebut saja WTC Mangga Dua, ITC Mangga Dua, dan Harco.
 
docpri

Apartemen The Spring Residences: Rekomendasi Apartemen dan Investasi di Area Ciputat


Mendengar nama area Ciputat pasti dibenak kita Ciputat itu jauh dan muacettttt. Memang betul dan wajar sepertinya jika macet ketika office hours (jam kerja), mungkin bisa dibilang sama seperti area lainnya. Ciputat yang kini masuk dalam bagian kota Tangerang Selatan, yang mandiri terpisah dari Tangerang kini sedang mengalami perkembangan baik secara infrastruktur dan tata letaknya. Itu semua masih dalam proses dan rencana kedepan Ciputat masuk dalam Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road 2 (JORR II).
Apartemen The Spring Residences - docpri

Apresiasi Gangwon-Korsel terhadap Indonesia melalui Film Jilbab Traveler

Bertempat di CGV Blitz, Grand Indonesia acara press conference “Jilbab Traveler Meets The Beauty of Gangwon” berlangsung.  Press conference dihadiri oleh penulis Jilbab Traveler, Asma Nadia, Gope Samtani dan Sunil Samtani dari rumah produksi RAPI Films, Morgan Oey sebagai salah satu pemain dalam film Jilbab Traveler serta diluar dugaan hadir Gubernur Gangwon-do langsung dari Korea, Choi Moon Soon.
 
Press Conference Jilbab Traveler Meet Beauty of Gangwon - docpri

HUT 18 Komnas Perempuan, Menggapai Generasi X dan Takkan Meninggalkan Korban

Komisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang lahir dari spirit untuk mulai bekerja dari suara perempuan pada 15 Oktober 2016 lalu menginjak umur 18 tahun. Pada HUT ke 18 ini, Komnas Perempuan mengambil tema “Hadir, Sedia dan Bekerja untuk Korban”.  Memperingati HUT 18 Komnas Perempuan, blogger diundang hadir. Untuk pertama kalinya Komnas Perempuan mengundang blogger dalam blogger gathering ini untuk mengenal lebih jauh Komnas Perempuan dan membantu menyebarkan informasi hak perempuan kepada masyarakat, khususnya dalam memerangi dan memberikan perlindungan terhadap perempuan dari pelecehan dan kekerasan.
Bersama pohon harapan untuk suara yang tak terdengar - docpri

Blogger sedikit demi sedikit sepertinya sudah mulai diakui fungsi dan keberadaannya oleh lembaga negara. Peran blogger di mata Yuniyanti Chuzaifah ada dua, yaitu berperan memberi ruang bagi “suara yang tak terdengar” dan blogger mempunyai kedaulatan yang luar biasa untuk mengangkat “suara yang tak terdengar” itu ke masyarakat.
Wakil Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti - docpri

Di awal pertemuan yang dipandu oleh Ajeng, blogger ditanya sudah mengenal Komnas Perempuan atau belum. Jawaban dari beberapa blogger Komnas Perempuan adalah lembaga yang terbentuk setelah Peristiwa Mei 1998. Sebenernya itu juga aku yakin karena baru baca di brosur Komnas Perempuan yang baru dibagikan saat acara. Beberapa blogger yang hadir ternyata mempunyai pengalaman tersendiri saat terjadinya Peristiwa Mei 98.

Sekilas tentang Komnas Perempuan
docpri
Komnas Perempuan adalah lembaga independen yang didirikan pada tanggal 15 Oktober 1998, tepatnya lima (5) bulan setelah Peristiwa Mei 1998. Tepatnya saat terjadi konsolidasi perempuan korban peristiwa Timor Leste, peristiwa Aceh, peristiwa Papua dan Peristiwa Mei 1998. Dari situlah suara perempuan yang menjadi korban bersatu dan mulai mendapat perhatian Presiden yang saat itu dipimpin oleh B.J. Habibie.

Menurut data TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) terdapat 85 korban kekerasan seksual   pada peristiwa Mei 98. Dalam temuan TGPF sudah terindikasi tiga (3) hal dalam peristiwa Mei 98, antara lain provokator yang terorganisir, massa aktif dan massa pasif . Hal ini yang mendasari Saparinah Sadli untuk menginisiasi konsolidasi dan terbentuknya Komnas Perempuan hingga akhirnya didirikan dengan dasar Keputusan Presiden no.181 tahun 1998 yang ditandatangani oleh mantan Presiden B.J. Habibie tanggal 9 Oktober 1998. Kemudian diterbitkan Peraturan Presiden no.65 tahun 2005 untuk menyesuaikan dengan perkembangan organisasi. 

 “Apabila kerja memberikan keadilan bagi korban kekerasan adalah sebuah mimpi, apakah kita akan membiarkan korban juga bermimpi untuk dapat pulih dari kekerasan yang dialaminya?”
(Saparinah Sadli, 2002)

Dialita - docpri
Komnas Perempuan adalah anak sulung reformasi dan terus berupaya hingga kini memberikan hak korban kekerasan seksual salah satunya dengan cara pemulihan psikologis. Pemulihan psikologis banyak cara, ada yang menggunakan cara dengan membuat motif kbhinekaan pada selendang dan mengharapkan perempuan bisa memakainya. Yuniyanti juga menyebut Paduan Suaraku Dialita sebagai contoh pemulihan psikologis, berisi anggota KdS (Keluarga dalam Sejarah) berkumpul dan bersatu dalam sebuah paduan suara menyanyikan lagu-lagu lama 1965 dan eranya yang dikumpulkan dan dinyanyikan kembali.

Monumen Jarum Mei di Pondok Rangon yang berbentuk tangan yang menjahit luka juga merupakan bentuk pemulihan psikologis korban. Komnas Perempuan tetap berusaha mengawal proses peradilan dan tidak akan meninggalkan korban begitu saja. Banyak korban yang semakin menua, masih memerlukan pendampingan dan menunggu “sesuatu” dari negara. Permintaan maaf secara formal dari beberapa pejabat pemerintah memang sudah terjadi beberapa kali, sayangnya permintaan maaf dari negara belum terjadi sampai detik ini.

Komnas Perempuan Untuk
Acara gathering blogger dengan Komnas Perempuan bertempat di Ruang Persahabatan. Ruang Persahabatan ini ternyata terbuka dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk dipakai kegiatan. Bisa digunakan gratis, tanpa biaya, hanya dengan surat pinjaman. Selain itu Komnas Perempuan mempunyai mural di gedungnya. Tiga mural di gedung Komisi Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan):

  • Mural berjudul “Defender” berada di bagian depan gedung. Mural ini karya Lala Bohang ini menggambarkan perempuan pembela HAM. Gambar mural dominan dengan warna ungu, ungu cenderung diartikan sebagai warna feminis.
  •  Mural berjudul “Survivor” atau Penyintas berada di samping gedung. Mural ini juga karya dari Lala Bohang yang menggambarkan penyintas seperti amuba. Penyintas yang mampu bertahan dalam segala kondisi dan tekanan, digambarkan lebih ceria dalam mural tersebut.
‘Meski dalam pusaran persoalan dan konteks konflik, Perempuan tetap bertahan, seperti amuba yang dapat membelah diri, Perempuan korban berhasil bertahan, menggeliat untuk menjaga kehidupan tetap berlangsung. Tampak lentur tapi kuat, tak pernah patah karena terus tumbuh dan bergerak menjadi penyintas”
(Sumber dan Penjaga Kehidupan oleh Lala Bohang)
 
Mural Sengkarut Persoalan - docpri
  • Mural berjudul “Sengkarut Persoalan” berada di belakang gedung dengan tinggi 11 meter. Mural ini karya Mariska Sukarna yang mempunyai arti perempuan selama ini terbelit dengan banyak stigma. Dalam prosesnya seniman mural ini ingin mengikuti kemauan korban agar melalui gambar muralnya dapat menceritakan sejarah di masa lalu.
 
Patung Soildaritas karya Dolorosa S. - docpri
Sebagai lembaga negara pertama dan satu-satunya yang mempunyai mural, ternyata mempunyai harapan agar Komnas Perempuan juga bisa menjadi tempat wisata pengetahuan dan sejarah peristiwa masa lalu melalui foto-foto dan karya seni buatan korban atau seniman yang peduli dengan HAM yang ditunjukkan di berbagai sudut gedung Komnas Perempuan.
 
Ajeng disamping pameran foto - docpri
Kedepannya Komnas Perempuan juga berencana mengadakan kolaborasi dengan blogger, selebtwit, youtuber untuk menjangkau generasi x atau generasi masa kini “era digital”. Sebelumnya Komnas Perempuan sudah berkolaborasi dengan grup Simfoni yang terbentuklah “Sister In Danger” yang ternyata datang dan menghibur kawan blogger di penghujung acara. -RGP-  

Energiknya Panggung Isophoria Isoplus



Malem minggu (Sabtu, 15 Oktober 2016) lalu bersama teman blogger mengikuti acara live show Isophoria oleh minuman isotonik Isoplus di Studio Penta, Kebun Jeruk. Suasana studio dimeriahkan oleh nuansa biru menyesuaikan tema Isoplus. Penonton didekat studio mengenakan kaos biru Isoplus penuh dengan Isophoria. Panggung Isophoria pertama dimeriahkan oleh penampilan Maliq & D’Essential. 

Maliq & D'Essential - docpri

Mata adalah Jendela Dunia, Jangan Remehkan Kesehatan Mata Kita

Mata adalah bagian tubuh paling indah dan menawan hati, seperti cinta yang bermula dari mata turun ke hati. Mata yang indah, jernih menggambarkan jiwa yang sehat karena membuktikan seseorang tersebut mempunyai pola hidup yang sehat. Coba dech, kamu begadang satu malam saja maka mata kamu akan terlihat layu. 
 
Juara Harapan 1 Lomba Foto Kemenkes - docpri

Kesehatan mata itu penting, meski gangguan penglihatan tidak dianggap penyakit prioritas dalam kamus kesehatan Indonesia tetapi juga perlu menjadi kepedulian sedari dini dalam keluarga. Biasakan untuk mengkonsumsi wortel yang kaya akan vitamin A dan minum jus wortelnya rutin pada diri sendiri dan kepada anggota keluarga, khususnya kepada anak anda. Kalau aku pribadi boleh dibilang pengemar wortel. Dari kecil biasa menemani ibu memasak di dapur dan memakan wortel segar yang seharusnya dimasak oleh ibuku (nyengir bahagia).

Difesiensi vitamin A terhadap anak sangatlah perlu diperhatikan. Vitamin A penting untuk metabolisme penerimaan cahaya pada mata dan lapisan air mata agar kornea tidak kering. Vitamin A identik dengan wortel dan sayangnya banyak anak kurang menyukai wortel. Bagi yang tidak menyukai wortel, betakarotin pada sayur dan buah berwarna kuning, orange atau merah juga bagus untuk kesehatan mata.
 
Pemenang Lomba Foto Kemenkes - docpri
Pengetahuan sederhana itu kudapatkan saat mengikuti Seminar Kesehatan Indera Penglihatan pada 13 Oktober lalu yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan. Seminar tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) pada hari yang sama. Acara lainnya adalah lomba foto kesehatan mata tingkat SLTA se DKI Jakarta, talkshow Elshinta dan press briefing dan puncaknya adalah Deklarasi Mata Nasional. Lomba foto sudah berlangsung dari tanggal 22 september-9 oktober. Foto yang masuk sebanyak 114 foto dan terpilih 6 pemenang, pemenang juara dan harapan masing-masing 3 orang. Juara 1 oleh Nuramaliasari dari MAN 9 Jakarta, Juara 2 oleh Eduardu Krisna dari SMA 9 Jakarta dan Juara 3 oleh Alugoro dari SMA 9 Jakarta.

Dr.Lily SS., MM.,NIP - docpri
Kembali ke soal mata, Dr. Lily Sriwahyuni S., MM.NIP selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau semua untuk menjaga kesehatan mata karena mata adalah jendela dunia. Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak untuk mendapatkan penglihatan yang optimal. Tanpa kita sadari makin banyak anak-anak yang menggunakan kacamata yang menandakan jumlah kelainan refraksi yang meningkat.  Data WHO tingkat kebutaan di Indonesia sebanyak 1,5% dan tertinggi di Asia, sedangkan untuk dunia, Indonesia menempati posisi nomer 2 setelah Ethiopia. Sebanyak 1 juta penduduk Indonesia mengalami kebutaan dengan penyebab utamanya adalah katarak

Menurut Dr. Gitalisa Andayani A, SpM(K) sebagai narasumber dalam seminar  menyampaikan bahwa sebanyak 285 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan, 39 juta kebutaan dan 246 juta mengalami low vision. Definisi kebutaan menurut WHO adalah dalam jarak 3 meter pandangan hanya bisa melihat jari dan sisanya blur. Menurut data yang didapat bahwa 90% gangguan penglihatan terdapat di wilayah dengan penghasilan rendah dan 80% masalah penglihatan bisa dicegah dan diatasi


Elemen Komite Mata Nasional - docpri
Melihat kondisi tersebut dan mengikuti World Vision 2020 The Right To Sight, yang mempunyai visi menanggulangi kebutaan, didirikanlah Komite Mata Nasional sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no.HK02.02/MENKES/155/2015. Komite Mata Nasional bekerja bahu membahu dengan seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi persoalan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia.

Penyerahan Plakat - docpri
Mengalami kebutaan dan menjadi tunanetra itu tidak enak, dunia gelap. Aku tahu betul rasanya karena pengalamanku bekerja di sebuah LSM untuk tunanetra dan sempat diberikan pelatihan “menjadi tunanetra dalam sehari”. Aku memakai penutup mata dalam sehari (mungkin kurang) berjalan  dan berusaha mengenal posisi, suara, dengan meraba tembok dan semacamnya. Yang pasti aku lihat hanya gelap dan hitam.

Mata Sehat & Gangguan Penglihatan
Yuk jaga kesehatan mata kita. Ciri-ciri mata sehat antara lain:
  • Kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik
  • Bulu mata teratir dan mengarah keluar
  • Kornea (selaput bening) benar-benar jernih
  • Pupil benar-benar hitam dan bergerak sesuai intensitas cahaya (mengecil saat cahaya terang dan melebar saat cahaya redup)
  • Penglihatan setiap mata jelas dan fokus
Gangguan penglihatan yang terjadi pada seseorang ditandai dengan kondisi mata merah, nyeri dan bengkak, terjadi penurunan tajam penglihatan, sering sakit kepala, gangguan penglihatan pada senja hari, dan terlihat bagian berwarna putih pada pupil. Gangguan penglihatan ada empat (4), antara lain:
  1. Gangguan Refraksi: Gangguan penglihatan yang terjadi akibat cahaya difokuskan tidak tepat pada makula, sehingga terjadi keluhan penglihatan buram. Jenis gangguan refraksi ada miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), astigmatisma (mata silindris) dan presbiopia (mata tua).
    Miopi - docpri

    docpri

    Mata Silindris (AStigmatisma) - docpri

  2. Katarak: Kekeruhan pada lensa yang menyebabkan penurunan pada penglihatan atau tidak mampu melihat dengan jelas. Gejala katarak antara lain penglihatan kabur, berselaput, mata mudah silau dan sulit mendapatkan ukuran kacamata yang tepat. Untuk penderita katarak tingkat lanjut akan tampak bagian putih di pupil mata.
    Katarak - docpri
  3. Glaukoma: Gangguan penglihatan yang disebabkan meningkatnya tekanan pada bola mata yang merusak serabut saraf retina. Kerusakannya bersifat permanen dan dapat berujung pada kebutaan. Glaukoma disebabkan oleh Hipertensi dan Diabetes Melitus.
    Glaukoma - docpri
  4. Retinopati Diabetik: penyakit mata yang diakibatkan oleh diabetes. Gangguan penglihatan pada mata karena diabetes biasanya akan muncul setelah 5 tahun.
Pengaruh Gadget Pada Anak
Dra.Ratih Ibrahim MM.Psi
Di era serba digital ini keberadaan gadget tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Yang tidak kita sadari paparan radiasi dari gadget bisa menimbulkan kelainan refraksi pada penglihatan mata. Beberapa fakta disampaikan oleh Dra. Ratih Ibrahim, MM. Psikologi bisa menjadi bahan renungan kita untuk mulai mengurangi penggunaan gadget pada anak.

Faktanya 40% anak di usia 2-4 tahun seudah menggunakan smartphone/gadget, 90% orang tua mengatakan anaknya sudah terpapar dengan layar gadget sejak usia 2 tahun, anak usia sekolah menghabiskan 6 jam setiap harinya dengan gadget, dan 67% remaja sudah mempunyai smartphone dan 53% anak usia sekolah sudah memiliki gadgetnya sendiri.
 
dampak sosial gadget - docpri
Hal yang disadari bahwa usia anak sekolah dan remaja itu perlu melakukan hubungan sosial dengan teman atau dengan lingkungan sekitarnya. Selain terpapar radiasi gadget yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan, gadget juga bisa menyebabkan seorang anak/remaja menjadi pribadi yang antisosial, phone snubbing, dan short attention span.

Yuk kita mulai membatasi penggunaan gadget kepada anak. JANGAN BERIKAN GADGET KEPADA ANAK USIA 0-2 TAHUN dan batasi penggunaan gadegt 1-2 jam per hari untuk anak usia 2 tahun keatas. Untuk aku yang masih berdua dengan suami berlaku juga jam SILENT GADGET. Sepulang suami kerja kami berkomitmen untuk quality time alias ngobrol. Itulah moment dimana smartphone kami harus disilent dan kami bercerita tentang kegiatan kami seharian apa saja. Setidaknya kami mencoba membiasakan diri dengan pembatasan gadget saat malam atau saat berkumpul keluarga. -RGP-


kataresi.com 2018. Powered by Blogger.