Jangan Malu TBC, Atasi dengan TOSS TBC

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret, Kementerian Kesehatan mengajak blogger dalam lokakarya “Peduli TBC, Indonesia Sehat” Senin lalu (19/3).  Lokakarya diisi oleh narasumber Dr. Anung Sugihantono, M.Kes dari Kemenkes dan dokter Pandu Riono dari Universitas Indonesia. Blogger diajak untuk lebih peduli terhadap penderita TBC ataupun menyadarkan masyarakat untuk tidak malu jika mempunyai TBC. Pemerintah menyediakan obat gratis untuk penyakit TBC yang tersedia di layanan kesehatan pemerintah.
 
Lokakarya TBC - dok.kataresi



Kenali TBC dan TOSS TBC
Kenali TBC pada diri kita sendiri jika kita mempunyai gejala yang dirasakan sebagai berikut:

  • Batuk terus menerus selama lebih dari 2 minggu
  • Badan demam meriang
  • Nyeri pada dada
  • Berkeringat tanpa sebab
  • Nafsu makan dan berat badan menurun

Segera lakukan pemeriksaan di layanan kesehatan pemerintah terdekat dan jangan malu untuk melakukan tes TCM (tes cepat molekuler) dalam waktu 90 menit untuk memastikan apakah batuknya TBC atau bukan. Terdapat 515 rumah sakit dan 64 puskemas memiliki layanan TCM. Jika positif TBC maka pengobatan yang harus dijalani selama 6-8 bulan konsisten. Disini diperlukan dukungan keluarga terdekat untuk menyemangati pasien TBC agar konsisten minum obat hingga selesai. TBC bisa sembuh total jika pasien konsisten dengan pengobatan.

Banyak pasien TBC yang berhenti pengobatan di tengah jalan karena bosan minum obat TBC. Pastilah sangat membosankan meminum obat TBC sebanyak kurang lebih 13 obat sekali minumnya dan selama minimum 6 bulan yang terbagi dalam 2 tahap. Tahap awal meminum obat setiap hari selama 2-3 bulan dan tahap lanjutan meminum obat 3 kali seminggu selama 4-5 bulan. Disinilah TOSS TBC mempunyai makna Temukan Obati Sampai Sembuh TBC kamu.
 
dokter Pandu Riono - dok.kataresi
Pengobatan TBC yang tidak konsisten tuntas bisa menyebabkan diri resisten terhadap obat. Efeknya penyakit TBC tidak akan sembuh dan tetap menular ke orang lain serta penyakit bisa bertambah parah hingga berujung kematian. Obat anti TBC (OAT) biasa tidak dapat membunuh kuman sehingga pasien tidak bisa disembuhkan. Jika sudah resisten terhadap obat akan menjalani pengobatan sekitar 2 tahun lamanya dan minimal 9 bulan.

Pada dasarnya bakteri TBC ditularkan melalui udara. Batuk, bersin, bahkan tertawanya seorang pasien TBC bisa menularkan hingga 1 juta partikel bakteri TBC.  Bakteri TBC dapat bertahan di tempat tertutup yang gelap dan lembab. Bakteri TBC akan mati dalam beberapa jam di udara terbuka dan terpapar langsung dengan sinar ultraviolet matahari. Sangat dianjurkan untuk pasien TBC rutin menjemur dirinya dibawah paparan sinar matahari langsung. Seperti halnya aku yang mempunyai bronkitis dengan pemicu alergi dingin untuk rajin beraktivitas atau berolahraga pagi.


Fakta TBC
Bakteri Mycobacterium Tuberculosis pertama kali ditemukan 24 Maret 1882 oleh Robert Koch. Tuberkulosis merupakan penyakit menular langsung dan dapat disembuhkan. TBC dapat menyerang siapa saja dan tidak mengenal usia. Sebagian besar bakteri TBC menyerang paru tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya seperti tulang, kulit, dan lainnya.
 
Sumber Penularan TBC - dok.kataresi
Penyakit TBC dan penyebarannya lebih banyak terjadi di wilayah yang padat penduduk. Di wilayah padat penduduk biasanya sirkulasi udaranya kurang bagus dan penularan bakteri TBC lebih cepat terjadi.  Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TBC akan menjadi penyakit TBC. Pemeriksaan TBC dilakukan dengan pemeriksaan mikroskop pada dahak pasien.

Untuk mencegah penularan TBC ada baiknya jika kita melakukan etika saat batuk/bersin:

  • Gunakan masker
  • Tutup hidung dan mulut anda dengan lengan dalam
  • Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau saputangan
  • Segera buang tisu yang sudah dipakai
  • Cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun

Selain itu rajinlah menjaga lingkungan kamu agar selalu bersih, tidak membuang dahak di sembarang tempat dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat. Rajinlah untuk menjemur kasur, bantal dan guling. Biarkan cahaya matahari masuk kedalam rumah kamu setiap pagi. Menjaga stamina tubuh selalu dalam keadaan fit agar bakteri tidak mudah masuk kedalam tubuh kita dan menjadi sakit. Sakit itu tidak enak, menguras jiwa dan tenaga serta keuangan. 

Edi Junaidi - dok.grup
Senada dan sejalan dengan itu Edi Junaidi menuturkan pengalamannya. Awalnya Edi tidak mendapatkan dukungan dari keluarganya saat menjalani pengobatan hingga akhirnya istrinya meninggalkannya, TBC pada diri Edi kambuh lagi dan menjadi parah. TBC Edi menjadi TBC jenis resisten obat. Edi harus menjalani pengobatan hampir dua tahun lamanya. Edi optimis sembuh, dukungan keluarga membuat Edi bangkit. Hingga akhirnya Edi bisa sembuh total. Pasien TBC yang sudah sembuh total dinyatakan dengan sebuah sertifikat dari rumah sakit.
 
Habibie dan TBC Tulang - dok.kataresi


Jangan malu untuk mengakui dirimu sakit TBC. Selain dirimu sakit dan bisa segera mendapatkan pengobatan, bisa membantu mengurangi penularan TBC ke banyak orang. Di dunia ternyata banyak public figure yang mempunyai sakit TBC. Sebagai contoh, mantan presiden BJ Habibie punya riwayat sakit TBC tulang, ada juga Nelson Mandela, Jenderal Soedirman dan musisi Carlo Santana yang piawai main gitar. Di Indonesia masih ada 30% penderita TBC yang belum terdeteksi. Indonesia diharapkan bisa bebas dari TBC di tahun 2030. -RGP-


1 komentar:

  1. Jadi inget dulu waktu kena tbc, hiks. Pengobatannya itu loh yg lama banget.

    ReplyDelete

kataresi.com 2018. Powered by Blogger.