Berkreasi dengan Doodle dan Lettering dalam Smesco Digipreneur Day

Apa sich lettering dan doodle itu? Mungkin masih awam untuk beberapa orang termasuk aku. Lettering dan Doodle mungkin terkesan asing tapi ternyata sudah banyak dipakai dan banyak menghias restoran atau cafe di Jakarta sebagai bentuk promosi atau branding. Pada tanggal 27 Agustus lalu, aku berkesempatan mengikuti pelatihan Doodle oleh Tanti Amelia dalam rangkaian acara Smesco Digipreneur Day di gedung Smesco Rumahku, Gatot Subroto. Semangat banget untuk menambah ilmu kreasi baru dalam hidupku dengan mengenal Doodle. Selain Doodle dan Lettering terdapat pelatihan foto produk oleh Ferry Ardianto dan Bode Boni.
 
Smesco Digipreneur Day - doc.pribadi
Tema “The Power of Content Series” dari Smesco Digipreneur Day ini mendapat sambutan baik dari pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM (LLP KUKM) , Ahmad Zabadi sangat  mengapresiasi terselenggaranya Smesco Digipreneur Day dan keterlibatan aktif blogger sebagai salah satu penggiat media sosial. “Saya sangat mengapresiasi keterlibatan netizen fotografer dan penggiat media sosial dalam acara Smesco Digipreneur Day. Ini salah satu upaya buat UKM agar lebih kreatif dan inovatif karena karya mereka akan diabadikan dan dipromosikan di dunia maya, saluran yang lebih luas lagi dari pemasaran biasa,” ujar Ahmad Zabadi.
 
Bode, Ika (Indoblognet), Tanti, Wimda & Ferry - doc.pribadi
Smesco Digipreneur Day adalah salah satu ruang bagi aktifitas promosi dan produk UKM (Usaha Kecil dan Menengah) Smesco dan branding Smesco secara lebih efektif  dan Doodle serta Lettering juga bisa menjadi media kreatif untuk membranding Smesco. Smesco Rumahku yang menjadi tempat acara sebagai LLP KUKM  juga terus berupaya melakukan berbagai terobosan inovatif, memberikan ruang dan akses pemasaran bagi produk UKM untuk berkembang dan kompetitif melalui keikutsertan dalam pameran dan membuka celah bagi pasar ekspor.

Winda K - doc.pribadi
Tanti Amelia sebagai pelatih doodle ini juga seorang blogger dan penulis sastra yang berkolaborasi dengan Kartini Blue Bird dan dukungan dari Faber Castle selama satu hari penuh memberikan ketrampilan doodlenya. Tanti juga menggandeng Winda Krisnadefa yang jago membuat seni lettering. Iya aku menyebutnya sebagai seni karena karya lettering seperti lukisan, indah dan penuh makna.

Awal pelatihan peserta dibagikan peralatan untuk menulis lettering dan menggambar doodle, seperti kuas, tinta, kertas biasa, buku kotak besar, kertas khusus, pensil, penghapus. Peralatan untuk menulis lettering dan doodle ini bisa mudah didapatkan dengan harga cukup terjangkau di toko online. Untuk brush pen lettering masih banyak yang import dan brand kuretake yang bagus untuk direkomendasikan.

Menulis Alfabet Lettering - doc.pribadi
 Lettering itu soal keluwesan tangan dalam menulis dan dengan aturan dasar menulis untuk gerakan keatas goresannya tipis dan kebawah tebal. Simple aturannya namun prakteknya susah. “Tidak ada kata salah dalam lettering, yang diperlukan hanya banyak latihan,” ujar Winda. Peserta diajarkan menulis dasar lettering dengan menulis per huruf alfabet, mulai dari A-Z didalam buku kotak besar menggunakan tinta khusus dan kuas no.2.

  



Hasil Latihan - doc.pribadi
Huruf demi huruf digoreskan di buku kotak besar dan peserta benar-benar serius agar bagus hasilnya alias maunya seperti hasilnya Winda membuat lettering. Pastinya tidak akan sama. Meski sempat jeda makan siang, sesudahnya peserta tetap antusias belajar menulis lettering. Setelah belajar menulis A-Z lettering kemudian diajak untuk menulis dalam rangkaian kata yang dihias dan kemudian dibingkai cantik. 

 Ditengah pelatihan hadir staf dari Blue Bird menginformasikan adanya program Kartini Blue Bird  (KBB) yang sudah ada lebih dari satu tahun. Selama ini KBB telah memberikan berbagai macam pelatihan enterpreneurship kepada perempuan Indonesia dan membagikan ilmunya kepada anak-anaknya. KBB mendukung pelatihan yang membangkitkan kemampuan kreativitas sehingga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Pelatihan dilanjutkan dengan doodle oleh Tanti Amelia. Dasar doodle ada tiga (3) hal, yaitu menciptakan karakter dengan tema tertentu atau bebas, lalu digabungkan mix dan terakhir adalah fill yaitu memasukkan warna dalam karakter. Disebutkan oleh Tanti, Doodle itu menyatukan semua karakter yang sudah dibuat dalam satu gambar utuh.
 
Tanti Amelia membuat karakter - doc.pribadi
Dalam pelatihan kali ini yang diajarkan adalah Kawai doodle yang artinya cute atau imut dan mempunyai ciri khas bergaris lembut pada gambar karakternya. Peserta diberikan contoh membuat berbagai karakter yang dilanjutkan dengan alur dasar doodle. Membuat karakter dengan tema, lalu disatukan dalam keadaan utuh, ditebalkan setiap pinggirnya dan diwarnai penuh. 

 
kiri hasil Tanti dan kanan milikku - doc.pribadi

Karya Doodleku - doc.pribadi
Peserta berhasil membuat karya doodlenya. Aku kurang beruntung di tahap terakhir pengerjaan doodle, karena spidol yang digunakan luntur ketika terkena pewarnaan dengan cat air. Namun aku puas dan senang bisa mengenal lettering dan doodle di acara Smesco Digipreneur Day saat itu. Lettering dan Doodle gampang-gampang susah dan harus rutin latihan. Keduanya bisa juga diaplikasikan ke media gelas, kanvas atau tembok besar sekaligus yang sering kita lihat di cafe modern kebanyakan saat ini. Jika ditekuni lettering dan doodle sangat menjanjikan.

Melalui lettering dan doodle kita juga bisa mempromosikan suatu brand atau produk UKM. Dukungan dari LPP KUKM dengan memfasilitasi ruang di Smesco Rumahku benar-benar bisa membantu UKM Indonesia sepengelihatanku selama berada di Smesco Rumahku. 
 
Russel Rockwell Gitar lokal di Smesco - doc.pribadi
Produk UKM tertata dengan apik dan baik Aku sampai terpana dengan banyak produk UKM dan aku yakin itu belum semuanya. Tidak heran jika kita harus berbangga dengan produk lokal kita. Aku sangat mendukung pesan Ahmad untuk “Ayo ke Smesco, dukung produk karya anak bangsa yang bagus dan berkualitas”.-RGP-

1 komentar:

kataresi.com 2018. Powered by Blogger.