LAWAN DBD DENGAN #AYO3MPLUSVAKSINDBD

Dulu aku tidak pernah menyangka bahwa penyakit demam berdarah dengue (DBD) bisa mematikan, hingga akhirnya aku berkeluarga dan suamiku menceritakan bahwa abangnya meninggal di usia remaja karena penyakit DBD. Ulah nyamuk Aedes aegypti ternyata bisa berdampak fatal bagi nyawa manusia dan cukup meresahkan masyarakat bahkan keluarga mertuaku sempat trauma. Penyakit DBD nyatanya tidak mengenal usia, gaya hidup, maupun tempat tinggal. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan data bahwa sebanyak 114.435 kasus DBD tercatat sepanjang tahun 2023 dengan jumlah kematian 894 jiwa. Data per Maret 2024 menunjukkan sekitar 16.000 kasus DBD pada 213 Kabupaten/Kota di Indonesia dengan jumlah kematian 124 jiwa.



 

TALKSHOW #Ayo3MplusVaksinDBD

Jangan menganggap remeh adanya penyakit DBD ini. Untuk menunjukkan komitmennya untuk mencegah DBD bersama, Takeda Innovative Medicines dan Kemenkes RI mengadakan talkshow bertema #Ayo3MplusVaksinDBD dengan mengundang blogger dan media agar turut serta dalam Kampanye Cegah DBD pada Kamis (21/3) di Jakarta.

 

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht dalam sambutannya antusias mengajak semua untuk bersama menyebarkan informasi pencegahan DBD karena menurutnya semua orang beresiko terkena penyakit DBD dan menyebabkan kematian. 


 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ditjen P2P, Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi, MPHM, pada acara ini memaparkan 5 Kab/Kota dengan kasus DBD tertinggi antara lain, Tangerang, Bandung barat, Kota Kendari, Subang, dan Lebak. Dipaparkan juga data untuk 5 Kab/Kota dengan CFR (case fatality rate) DBD tertinggi antara lain, Kota Salatiga, Kendal, Kota Pariaman, Pesisir Barat, dan Blora. Sedih banget Bloraku tercinta masuk dalam data CFR tertinggi dan menjadi Kab/Kota kedua dengan kematian tertinggi akibat DBD. Beberapa daerah telah ditetapkan dengan status Kondisi Luar Biasa (KLB) Dengue, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur, dan Kab. Nagekeo.

 



 

Kemenkes RI bersama Kaukus Kesehatan DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) RI mengagas pendirian KOBAR (Koalisi Bersama) Lawan Dengue. Kaukus Kesehatan DPR RI adalah organisasi yang beranggotakan sebagai anggota DPR RI lintas fraksi dan lintas komisi. Kaukus Kesehatan DPR RI berkontribusi dan berperan dalam mendorong isu kesehatan agar mendapatkan perhatian lebih, yang dalam hal ini fokus kepada DBD.


 




LANGKAH 3M PLUS

Pemerintah sedari lama  mengajak pencegahan DBD  dengan program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) menggunakan langkah 3M plus melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Langkah 3mplus ini juga bisa kita lakukan sendiri.

Langkah 3M plus antara lain:

1. Menguras tempat penampungan air       

    Bagi kamar mandi yang masih menggunakan bak maupun ember disarankan untuk rutin mengurasnya setidaknya dua hari sekali.

2. Menutup tempat-tempat penampungan air
    Cek pada area sekitar rumah dan lingkunganmu jika ada tempat-tempat penampungan air segera tutup rapat agar tidak dapat dimasuki oleh nyamuk bandel Aedes aegypti karena si nyamuk ini sangat suka dengan air bersih untuk menjadi tempat tinggal dan tempatnya berkembang biak.
3. Mendaur ulang berbagai barang yang bisa berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya Nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus DBD pada manusia.

 

Langkah plus lainnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna mencegah penyebaran DBD ini adalah memelihara tanaman yang dapat menangkal nyamuk, menggunakan obat nyamuk, memasang kawat kasa pada jendela/ventilasi pada rumah/bangunan yang kamu tinggali, meletakkan pakaian kotor yang telah digunakan pada wadah tertutup, memberikan bubuk larvasida untuk memberantas jentik nyamuk yang ada pada penampungan air yang susah dikuras, memperbaiki saluran air yang tidak lancar yang bisa menimbulkan jentik nyamuk, dan jika memungkinan pelihara ikan pemakan jentik nyamuk.


 




KEHADIRAN VAKSIN DBD

Kehadiran vaksin selama ini mendapat tantangannya sendiri dari masyarakat beserta pro dan kontra. Untuk Vaksin DBD ini khususnya masih berbayar dan relatif mahal. Tidak memungkinkan masyarakat mendapatkannya. Selain itu juga terdapat penolakan kehadiran vaksin dari sekolah yang berbasis agama karena yang jadi target utama vaksin adalah anak-anak sebagai bentuk pencegahan dini dari penyakit DBD.

 

Ketersediaan vaksin DBD ini juga perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah dengan melakukan penganggaran program pencegahan dan pengendalian infeksi dengue di masyarakat.



 

Kalau untukku pribadi dengan kehadiran Vaksin DBD bisa menjadi solusi untuk masyarakat usia diatas 6 tahun mendapatkan vaksin ini agar terhindar dari penyakit DBD. Ibarat kata uang bisa dicari, namun sehat itu memang mahal karena jika sudah sakit bukan saja biaya pengeluaran menjadi hambatan namun juga nyawa terancam karena penyakit DBD faktanya mematikan dan bisa terjadi berulang. Kehilangan anggota keluarga seperti yang dialami keluarga mertuaku tidak sebanding dengan harga Vaksin DBD yang dibutuhkan.

 

Diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat untuk bisa mencapai nol kematian akibat dengue sebagai target pemerintah tahun 2030. Lakukan yang bisa dilakukan mulai dari kebersihan lingkungan sekitar dengan langkah 3M plus dan lakukan Vaksin DBD. Ditegaskan oleh dr. Imran Pambudi, MPHM dari Kemenkes RI, “sangat krusial untuk membangun sinergi yang kuat antara sektor publik, yaitu pemerintah dan swasta. Blueprint sudah tersedia berupa Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025 namun diperlukan implementasi pengendalian dan pencegahan yang harus dilakukan di tingkat terkecil yaitu keluarga.” - RGP-

 

 

 

 

 

 

 

 



Comments

  1. Wah lengkap info nya.. 3M dan vaksin DBD kudu sinergis berjalan yaa.. Pemerintah dan rakyat pro aktif menjaga dan mencegah penyebaran DBD. Sehat terus kita semua yaaa

    ReplyDelete
  2. Terima kasih banyak Kak Resi atas informasi yg bermanfaat tentang pencegahan DBD serta Vaksinnya 😊🙏🏻

    ReplyDelete
  3. Terimakasih banyak atas informasinya yg bermanfaat mba

    ReplyDelete
  4. Makasih infonya yg lengkap dan bermanfaat, mg kita terhindar dr DBD, dan sehat selalu......lanjutkan kak Resi...

    ReplyDelete
  5. Terima kasih infonya yg sangat bermanfaat bagi kita semua..

    ReplyDelete
  6. Klo omongin DB entah kenapa aku nostalgia jaman kecil… kenlinget omku pas msh bujang kena DB, nangis mulu di RS maunya dtemeni nenekku 🤣

    ReplyDelete
  7. Thankyou sharingnya ka

    ReplyDelete
  8. Jangan sampai lengah jangan lupa 3M

    ReplyDelete
  9. Berantas DBD dengan vaksin.... 😍

    ReplyDelete
  10. Tapi memang DBD ini salah satu penyakit yg gampang menular ya, udah ada bbrp kasus terjadi di sekitar ku...

    ReplyDelete
  11. Saya dulu pernah kena DBD dan trombosit drop parah sampai 35.000 aja.. alhamdulillah masih sempat ke IGD dianter teman dengan motor. Sepertinya memang perlu nih vaksin DBD biar sistem imun tubuh lebih kuat menghadapi gempuran nyamnuk Aedes Aegepty nih..

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah, dan bersyukur atas nikmat yg diberikan, semoga selalu diberikan kesehatan. Blm pernah terkena DBD tp byk sliweran yg terkena DBD apalagi tetangga, saudara dll. Semoga cpt sehat ya. Itu kenapa ya apa ga doyan makan atau kamar mandi yg kotor??

    ReplyDelete
  13. Terimakasih informasinya kak resi, sekarang jadi tau kalo ada vaksin DBD
    Jangan lupa 3M dan ayo vaksin DBD

    ReplyDelete
  14. Woow banget nih, diingatkan juga sampai level kelurahan utk lakukan pencegahan dini DBD

    ReplyDelete
  15. Terima kasih Resi, jaga kesehatan & aku share ke kawan-kawan 🌹

    ReplyDelete
  16. thanks for information

    ReplyDelete

Post a Comment