Keindahan Pulau Pahawang yang Melekat di Hati



Sabtu yang cerah di bulan Januari ini mengantarkan aku dan Blogger Cihuy ke Pulau Pahawang. Untuk menuju ke Pulau Pahawang Besar kami perlu menyebrang melalui dermaga Ketapang. Dengan penuh keyakinan dan mengenakan baju warna seragam yaitu biru, secerah hari itu dan secerah kebersamaan kami Blogger Cihuy yang berjumlah 18 orang (15 dewasa dan 3 anak) menuju dermaga Ketapang. Butuh waktu sekitar 2 jam dari penginapan menuju ke dermaga. Kami ditemani oleh 5 life guard dalam perjalanan kami, tim dokumentasi dengan peralatan camera bawah laut dan drone.



Simposium Hari Gizi: Potensi Silent Killer pada Masakan Rumah


Masakan rumah sejatinya dominan dianggap sebagai sajian paling menyehatkan dibandingkan beli sajian makanan diluar. Eits.. itu ternyata belum tentu benar. Mengapa? Menurut Simposium yang diselenggarakan Sunco pada 25 Januari 2017 lalu yang bertepatan dengan Hari Gizi Nasional bahwa ada potensi sillent killer pada sajian masakan rumahan. Silent Killer disini mengandung arti bahwa tanpa kita sadari sajian masakan rumah bisa menjadi pemicu timbulnya suatu penyakit yang bisa disebabkan dari cara pengolahan yang tidak tepat. Pengolahan sajian masakan rumah pastinya tidak luput dari penggunaan minyak goreng, peran minyak goreng yang baik menentukan sajian masakan yang sehat.
 

Pavilion Resto & Cafe: Tempat Hangout Baru di Bandar Lampung dengan Pemandangan Alam

Pada 20 Januari 2017 lalu, di hari pertama trip aku dan Blogger Cihuy di Lampung mendapat kesempatan menikmati makan malam di Pavilion Resto & Cafe. Bersama rombongan kami menyusuri pusat kota Bandar Lampung menuju Pavilion Resto & Cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat kami menginap. Kami tiba di parkiran Pavilion yang luas menjelang petang dan disambut ramah oleh para pramusaji di Pavilion. Terlihat sepintas tempat makan outdoor di sisi kanan depan bangunan dengan tulisan Pavilion Resto & Cafe diatasnya.



Pemandangan Pavilion Resto & Cafe
Berjalan menyusuri lorong ketika masuk terlihat ada beberapa tempat duduk disebelah kirinya dengan tempat duduk semi outdoor. Ada pula ruangan yang ber-AC, beberapa meja di belakang sangat cocok untuk santai bersama teman dan keluarga dengan pemandangan istimewa khas dari Pavilion. Kami diarahkan ke lantai 2 ruang semi terbuka dan terlihat pemandangan sebagian kota Bandar Lampung serta hamparan laut di pelupuk mata. Indah dan tak ada di Pavilion yang terletak di pusat kota. Lokasi Pavilion ini juga sangat mudah ditemukan tepatnya di Jl.KH. Ahmad Dahlan no. 70 Telukbetung, Bandar Lampung.

Pemandangan dari lantai 2
doc. Hermini

doc.Hermini

doc. Elisa Korag


Pavilion Resto & Cafe terbentuk dengan ide awal sebagai tempat hangout bersama teman dan keluarga. “Tidak ada pemikiran lain yang muluk-muluk. Yang penting untuk memulai sesuatu tidak harus sempurna di awal”, ujar Arie Nanda Djausal sebagai salah satu pendiri. Arie berkolaborasi dengan Mayang Djausal dan Khani Suryajaya Sutiono dalam menciptakan Pavilion resto & Cafe ini. Ketiga owner Pavilion Resto & Cafe ini aktif dalam berbagai komunitas dan ingin menjadikan tempat yang mereka bangun ini untuk tempat hangout kumpul bersama.  
 
Spot tenant

Dengan luas 2000 meter persegi, Pavilion Resto & Cafe ini benar-benar memberikan suasana yang sesuai untuk kumpul bersama keluarga, teman ataupun pasangan. Pavilion Resto & Cafe mempunyai kapasitas 140 kursi dan maksimum 300 orang. Bisa melakukan reservasi terlebih dahulu jika ingin melakukan suatu event khusus bersama. Selain memiliki chef sendiri untuk menu andalan Pavilion Resto & Cafe ini bekerjasama dengan 5 tenant yang memiliki menu terbaiknya sendiri.

Sajian Pavilion
Mengusung nama Pavilion, Pavilion Resto & Cafe mempunyai 5 pavilion didalamnya dengan tema sajian yang berbeda-beda.
Pavilion 1 Chinese

Pavilion 2 Nusantara

Pavilion 3 Pastry and cake

Pavilion 4 Tradisional
Pavilion 5 Ricebowl

Sajian unggulan dari Pavilion Resto & Cafe ini adalah Fire Ribs yang menurut menunya itu adalah daging iga sapi seberat 200gr yang disajikan dengan smokey island sauce ala Pavilion Resto & Cafe, kentang goreng dan salad. Iga sapinya diolah dengan sangat baik, empuknya pas, mudah dipotong dan smokey island saucenya unik seperti gabungan rasa barbeque dan keju didalamnya. Perpaduan smoke island sauce dan iga sapinya menyatu ketika dimakan.  Untuk minumnya aku mencoba kakao blend yaitu coklat blend dingin dengan topping whip cream, choco chip dan astor. Aku juga mencoba cappucino blend Pavilion atas rekomendasi dari kak Indra (duniaindra) yang sudah membawa kami ke  Pavilion Resto & Cafe ini dan memang terbukti top.





Kakao Blend






Churros

Sebelum pulang kami disajikan churros yang sedang kekinian dengan taburan gula bubuk, makannya dicolek dengan coklat cair. Sajian makanan dan minuman lainnya dari Pavilion Resto & Cafe memiliki tampilannya yang menarik dan harganya cukup terjangkau mulai dari Rp.20 ribu hingga Rp.150 ribu. Belum lagi pilihan tempat bisa indoor atau outdoor. Pengalaman luar biasa untuk aku bisa menikmati sajian di Pavilion Resto & Cafe ini bersama Blogger Cihuy. Pelayanannya ramah dan terhitung cepat dalam penyajiannya sehingga tidak membuat bosan. Apalagi ada fasilitas wifi gratis yang bisa digunakan. Kalau Aku membayangkan bisa candle light dinner romantis di Pavilion bersama pasangan atau bersama Blogger Cihuy yang selalu senang kalau balik lagi ke Lampung. -RGP-
kataresi.com 2018. Powered by Blogger.