Showing posts with label review. Show all posts
Showing posts with label review. Show all posts

Atasi Spot Kulit Keringmu dengan Sensasi Gel dari Bio Oil


Cuaca tak menentu sekarang ini makin terasa. Meski terik panas mereda tak menyurutkan debu dan polusi yang tak kian sirna. Kondisi lingkungan seperti itu menyebabkan kulit kering, mulai dari kulit wajah hingga bagian kulit lainnya. Apalagi jika kulit kamu tergolong kulit sensitif seperti kulitku, selain kering akan menimbulkan perih iritasi. Perasaan tidak nyaman timbul melanda. Pada kulit wajah yang kering akan terlihat kusam. Parahnya lagi pemakaian make up menjadi tidak sempurna jika kulit wajahmu kering. Akan timbul crack pada lapisan foundation maupun bedak yang menggumpal di bagian kulit wajah kering yang terkadang cenderung mengelupas. Ih enggak banget kan...

Bio Oil Gel Kulit Kering
Bio-Oil Gel Kulit Kering 50 ml

Hangout Seru dan Makanan Enak di Bands Resto Kemayoran


Malam mingguku yang lalu (11/8) aku senang bisa hang out bareng teman blogger di sebuah Resto baru di Kemayoran, namanya Bands Resto Cafe.  Bands Resto Cafe ini ternyata baru resmi dibuka cuma beda beberapa hari dengan kedatanganku yaitu 6 Agustus 2018. Kalau dilihat dari namanya lebih identik dengan konsep hadirnya sebuah pertunjukkan. Damn you so right, karena begitu masuk kamu akan melihat panggung besar ala Bands Resto. Begitu masuk kamu bisa berfoto di panggung Bands Resto seperti aku.

Panggung Megah Bands Resto

Keberagaman Pancasila dalam Film Lima dan Kehidupanku


Ingatkah kamu sedari kita masuk sekolah dasar hal mendasar yang diajarkan oleh guru kita dan untuk diingat adalah Pancasila. Dihafalkan dengan sepenuh hati dan sekencangnya setiap teringat, saat di sekolah sampai di rumah juga menghafal untuk membuat orang tua senang. Bahkan ada beberapa orang sampai saat ini masih ada yang belum hafal Pancasila, khususnya di sila keempat. Hayo ngaku kamu salah satunya bukan yang tidak hafal keseluruhan sila Pancasila?
 
nobar film lima

Pilihan Bakso Sehat Keluarga dengan Bakso Bonanza


So bakso.. siapa yg tidak kenal makanan satu ini, identik dengan bulat, daging, berkuah dan pedas. Makan bakso bisa dimana saja dan kapan saja karena tukang bakso sudah menjamur dimana-mana. Kini hadir Bakso Bonanza memuaskan makan bakso untuk bersantap bersama keluarga. Pada 9 Mei 2018 lalu aku hadir dalam peluncuran Bakso Bonanza dari Great Giant Foods bersama MBC (mom blogger community) untuk mengenal dan mencicipi untuk pertama kalinya Bakso Bonanza.

Tampil Glamour dengan Zoya Lip Paint Elizabeth Limited Edition

Aku mempunyai tipikal kulit yang sensitif. Bahkan sampai ke kulit bibirku yang kering, sering mengelupas. Boleh dibilang dulu jarang banget pakai lipstik, yang kenal aku pasti hafal kalau aku bahkan jarang menggunakan riasan wajah. Bibir yang sensitif membuat olesan lipstik di bibir menjadi tidak maksimal. Banyak lipstik yang sudah kucoba pakai, bahkan aku pernah mencoba lipstik merek tertentu yang membuat bibirku kering serasa terbakar.



Anak Rantau, Merantau dan Lupakan Masa Lalumu

The 4th ASEAN Literary Festival yang sudah berlangsung minggu lalu selama 4 hari (3-6 Agustus 2017) meramaikan sudut Kota Tua. Soft launching buku Anak Rantau milik Ahmad Fuadi menjadi bagian dari kebanggaan literasi Indonesia. Ahmad Fuadi dikenal sebelumnya melalui karyanya yaitu novel Negeri 5 Menara yang berhasil memecahkan rekor penjualan Gramedia Pustaka Utama setelah 37 tahun lamanya. Buku Anak Rantau direncanakan akan memasuki toko buku pada minggu ketiga bulan Agustus.


Pavilion Resto & Cafe: Tempat Hangout Baru di Bandar Lampung dengan Pemandangan Alam

Pada 20 Januari 2017 lalu, di hari pertama trip aku dan Blogger Cihuy di Lampung mendapat kesempatan menikmati makan malam di Pavilion Resto & Cafe. Bersama rombongan kami menyusuri pusat kota Bandar Lampung menuju Pavilion Resto & Cafe yang letaknya tidak jauh dari tempat kami menginap. Kami tiba di parkiran Pavilion yang luas menjelang petang dan disambut ramah oleh para pramusaji di Pavilion. Terlihat sepintas tempat makan outdoor di sisi kanan depan bangunan dengan tulisan Pavilion Resto & Cafe diatasnya.



Pemandangan Pavilion Resto & Cafe
Berjalan menyusuri lorong ketika masuk terlihat ada beberapa tempat duduk disebelah kirinya dengan tempat duduk semi outdoor. Ada pula ruangan yang ber-AC, beberapa meja di belakang sangat cocok untuk santai bersama teman dan keluarga dengan pemandangan istimewa khas dari Pavilion. Kami diarahkan ke lantai 2 ruang semi terbuka dan terlihat pemandangan sebagian kota Bandar Lampung serta hamparan laut di pelupuk mata. Indah dan tak ada di Pavilion yang terletak di pusat kota. Lokasi Pavilion ini juga sangat mudah ditemukan tepatnya di Jl.KH. Ahmad Dahlan no. 70 Telukbetung, Bandar Lampung.

Pemandangan dari lantai 2
doc. Hermini

doc.Hermini

doc. Elisa Korag


Pavilion Resto & Cafe terbentuk dengan ide awal sebagai tempat hangout bersama teman dan keluarga. “Tidak ada pemikiran lain yang muluk-muluk. Yang penting untuk memulai sesuatu tidak harus sempurna di awal”, ujar Arie Nanda Djausal sebagai salah satu pendiri. Arie berkolaborasi dengan Mayang Djausal dan Khani Suryajaya Sutiono dalam menciptakan Pavilion resto & Cafe ini. Ketiga owner Pavilion Resto & Cafe ini aktif dalam berbagai komunitas dan ingin menjadikan tempat yang mereka bangun ini untuk tempat hangout kumpul bersama.  
 
Spot tenant

Dengan luas 2000 meter persegi, Pavilion Resto & Cafe ini benar-benar memberikan suasana yang sesuai untuk kumpul bersama keluarga, teman ataupun pasangan. Pavilion Resto & Cafe mempunyai kapasitas 140 kursi dan maksimum 300 orang. Bisa melakukan reservasi terlebih dahulu jika ingin melakukan suatu event khusus bersama. Selain memiliki chef sendiri untuk menu andalan Pavilion Resto & Cafe ini bekerjasama dengan 5 tenant yang memiliki menu terbaiknya sendiri.

Sajian Pavilion
Mengusung nama Pavilion, Pavilion Resto & Cafe mempunyai 5 pavilion didalamnya dengan tema sajian yang berbeda-beda.
Pavilion 1 Chinese

Pavilion 2 Nusantara

Pavilion 3 Pastry and cake

Pavilion 4 Tradisional
Pavilion 5 Ricebowl

Sajian unggulan dari Pavilion Resto & Cafe ini adalah Fire Ribs yang menurut menunya itu adalah daging iga sapi seberat 200gr yang disajikan dengan smokey island sauce ala Pavilion Resto & Cafe, kentang goreng dan salad. Iga sapinya diolah dengan sangat baik, empuknya pas, mudah dipotong dan smokey island saucenya unik seperti gabungan rasa barbeque dan keju didalamnya. Perpaduan smoke island sauce dan iga sapinya menyatu ketika dimakan.  Untuk minumnya aku mencoba kakao blend yaitu coklat blend dingin dengan topping whip cream, choco chip dan astor. Aku juga mencoba cappucino blend Pavilion atas rekomendasi dari kak Indra (duniaindra) yang sudah membawa kami ke  Pavilion Resto & Cafe ini dan memang terbukti top.





Kakao Blend






Churros

Sebelum pulang kami disajikan churros yang sedang kekinian dengan taburan gula bubuk, makannya dicolek dengan coklat cair. Sajian makanan dan minuman lainnya dari Pavilion Resto & Cafe memiliki tampilannya yang menarik dan harganya cukup terjangkau mulai dari Rp.20 ribu hingga Rp.150 ribu. Belum lagi pilihan tempat bisa indoor atau outdoor. Pengalaman luar biasa untuk aku bisa menikmati sajian di Pavilion Resto & Cafe ini bersama Blogger Cihuy. Pelayanannya ramah dan terhitung cepat dalam penyajiannya sehingga tidak membuat bosan. Apalagi ada fasilitas wifi gratis yang bisa digunakan. Kalau Aku membayangkan bisa candle light dinner romantis di Pavilion bersama pasangan atau bersama Blogger Cihuy yang selalu senang kalau balik lagi ke Lampung. -RGP-

“Sabtu Bersama Bapak”: Persiapkan Masa Depan itu Penting tapi Jangan Lupakan Masa Sekarang

Untuk kedua kalinya Aku mendapatkan tiket giveaway dari Tabloid Nova. Kali ini dapatnya 5 tiket nonton film “Sabtu Bersama Bapak” di XXI Blok M Square, 12 Juli lalu. Segeralah Aku mencari pasukan untuk menemaniku nonton. Alhamdullilah film itu bisa kunikmati bersama suami, sepupu kesayangan dan sahabatku dari SMA. 

Nobar Nova - doc.pribadi
 

Usut punya usut ternyata film ini diadaptasi dari novel karangan Adhitya Mulya dengan judul yang sama. Novel ini ternyata novel best seller selama 2 tahun dan telah 22 kali dicetak ulang. Awal lihat poster filmnya, tertarik melihat ketampanan Deva Mahenra. Untuk Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, dan Acha Septiasa sich sudah tidak diragukan lagi ya kemampuan beraktingnya.

Jalan Cerita Film Sabtu Bersama Bapak
Abimana dalam film ini berperan sebagai Gunawan Garnida, seorang ayah dari dua putra yaitu Satya yang diperankan oleh Arifin Putra dan Cakra yang diperankan oleh Deva dan beristrikan Itje yang diperankan oleh Ira Wibowo.

Gunawan mengetahui dirinya sakit keras dan akan segera meninggalkan istri dan kedua anaknya. Gunawan tidak ingin kedua anaknya tumbuh tanpa bimbingannya sehingga Gunawam meninggalkan catatannya melalui rekaman video.

Dalam catatan videonya, Gunawan berpesan untuk melihat videonya setiap Sabtu, agar bertemu Gunawan setiap Sabtu. Gunawan memiliki jawabannya. Gunawan tahu dia tidak akan dapat melihat kedua anaknya, Satya dan Cakra, tumbuh. Melalui video yang ditinggalkan Gunawan berharap agar kedua anaknya tetap tidak kehilangan sosok bapak dalam hidup mereka.

Setelah dewasa, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra) memiliki masalah mereka sendiri. Satya memiliki masalah dengan cara dia membina rumah tangga bersama Rissa (Acha Septriasha) dan Cakra mengalami kesulitan mencari jodoh. Ibu Itje pun tidak luput dari masalah, yang dia putuskan untuk dia jalani sendiri.

Kehidupan Itje, Satya dan Cakra, berlanjut. Satya sudah beristri, Rissa, dua anak laki-laki (rian dan miku), Satya bekerja sebagai tenaga offshore di lepas pantai Denmark. Cakra (30) menjadi deputi direktur di sebuah bank asing di Jakarta dan masih menjomblo. Itje, tetap sendiri menjalankan bisnis warung makannya di Bandung.

Mengikuti pesan sang bapak, Satya terlalu kaku dengan pemikirannya yang akhirnya membuatnya berjarak dengan sang istri. Satya ingin selalu dilihat sebagai panutan seperti Bapaknya dan selalu berkata didikan Bapak benar dan berhasil. Istri Satya sempat geram dan lelah karena merasa tidak dihargai usahanya sebagai istri yang mengurus dua anak. Sempat terjadi kelalaian anak yang paling kecil sessat diculik karena istri Satya yang sibuk bekerja dan menitipkan anak kepada temannya. Satya menyalahkan sang istri dan konflik memuncak. Istri Satya meninggalkan Satya dan kedua anaknya. Disitulah Satya merasa sangat kehilangan dan ditengah kegusarannya Bapaknya datang dalam mimpinya. Dalam mimpi tersebut Bapak mengingatkan bahwa apa yang Bapak sampaikan dalam video adalah persiapan Satya dan Cakra untuk masa depan, tetapi itu telah lalu. “Satya jalani masa sekarang yang ada bersama istri dan kedua anak, hal yang Bapak tidak bisa lalui saat-saat itu bersama kalian. Jagalah istri dan kedua anakmu,” ujar Bapak.

Begitu pula dengan Cakra yang terlalu fokus menyiapkan materi sehingga lupa bahwa menyiapkan diri untuk mencari pasangan. Cakra sempat menyukai seorang wanita di kantornya tetapi mundur karena tahu wanita tersebut sudah disukai duluan oleh temannya. Namun memang takdir berkata lain. Ketika Ibunya menjodohkan Cakra dengan anak temannya dan bertemu janji, tak disangka wanita yang dijodohkan Ibunya adalah wanita yang disukainya.

Sang Ibu, Itje menyimpan sebuah rahasia, dan tidak ingin kedua anaknya tahu. Sewaktu kecil, mereka tidak menyusahkan Itje, Sekarang, Itje tidak ingin menyusahkan mereka. Sehingga sampai menjalani operasi pengangkatan kanker payudara anak anak Itje tidak mengetahuinya, sang Ibu tidak mau merepotkan Satya maupun Cakra, sampai suatu saat rahasia itu tetap terbongkar, dan menjadi kesedihan yang mendalam bagi Cakra.

Pemeran
Review Film “Sabtu Bersama Bapak”
Sejatinya dalam kehidupan bahwa anak laki-laki lebih besar tanggung jawabnya untuk mengurus seorang Ibu dibandingkan anak perempuan. Dalam agama Islam pun seperti itu. Itu kenapa film ini sangat bagus. Sang Bapak meninggalkan pesan agar kedua putranya bisa selalu menjaga Ibunya dan tidak membuat Ibu kesepian.

Kedua putranya ini sangat memahami dan menurut setiap perkataan Bapaknya yang ditinggalkan dalam video dan itu bagus sehingga memudahkan Ibunya untuk membimbingnya kedua putranya meski tanpa seorang Bapak. Pesan Bapak untuk mempersiapkan masa depan yang matang diikuti dengan baik, baik dari segi finansial maupun agama, kedua putranya rajin ibadah.

Yang mengena di hati saya adalah ketika Cakra berkata dari pesan Bapaknya adalah pasangan itu bukan saling menguatkan tetapi adalah menguatkan diri sendiri terlebih dahulu. Ketika diri sendiri kuat maka pasangan kita akan ikut kuat

Betapa besar cinta Gunawan sebagai seorang Bapak hingga sebelum ajal menjemputnya dia sudah berpikiran untuk mempersiapkan masa depan kedua anaknya dengan ilmu yang disampaikan melalui videonya dan kepada istrinya juga sangat menghargai masakan istrinya.

Betapa tegar dan sabar Itje sebagai seorang Ibu membesarkan kedua anaknya sendiri, tetap setia dengan suaminya meski sudah meninggal dan tidak pamrih kepada kedua putranya meski kedua putranya sudah mapan dan sukses, di pikiran Itje sebagai seorang Ibu hanyalah membesarkan kedua putranya dan berhasil melihat mereka menikah sesuai dengan impiannya menggantikan sang suami. -RGP-
kataresi.com 2019. Powered by Blogger.