Showing posts with label Kemenkes. Show all posts
Showing posts with label Kemenkes. Show all posts

Kenali Fakta Malaria Untuk Akhiri Malaria 2030


Kementerian Kesehatan melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat mengajak blogger untuk mengenal lebih jauh seputar Malaria pada tanggal 25 April yang diperingati sebagai Hari Malaria Sedunia. Pemerintah memiliki target untuk Indonesia Bebas Malaria di tahun 2030. Itu menjadikan penyakit Malaria masuk dalam program nasional yang artinya  semua orang harus mengikuti pedoman pemberantas malaria versi pemerintah. Bahkan sejak jaman Soekarno tepatnya pada 12 November 1959 sudah menyemprotkan DDT untuk membasmi nyamuk sebagai simbol kesehatan yang akhirnya dicanangkan menjadi Hari Kesehatan Nasional. dr. Elizabeth Jane Soepardi MPH dsc,direktur pencegahan dan pengendalian penyakit tular vektor dan zoonotik memberikan informasi seputar malaria.

 

Jangan Malu TBC, Atasi dengan TOSS TBC

Dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret, Kementerian Kesehatan mengajak blogger dalam lokakarya “Peduli TBC, Indonesia Sehat” Senin lalu (19/3).  Lokakarya diisi oleh narasumber Dr. Anung Sugihantono, M.Kes dari Kemenkes dan dokter Pandu Riono dari Universitas Indonesia. Blogger diajak untuk lebih peduli terhadap penderita TBC ataupun menyadarkan masyarakat untuk tidak malu jika mempunyai TBC. Pemerintah menyediakan obat gratis untuk penyakit TBC yang tersedia di layanan kesehatan pemerintah.
 
Lokakarya TBC - dok.kataresi


Cegah Osteoporosis Sedari Dini dengan Germas



Dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Sedunia, Kementerian Kesehatan mengadakan diskusi interaktif dengan tema “Cegah Patah Tulang Akibat Osteoporosis dengan Germas” bertempat di Hotel Manhattan. Peserta yang hadir mendapat kesempatan pemeriksaan masa tulang secara gratis. Pemeriksaan rutin cek up kesehatan sebaiknya kita lakukan setiap 6 bulan sekali atau minimal setahun sekali. Fakta yang mengejutkan yang perlu diketahui salah satunya adalah jika tinggi badan kita berkurang minimal 3 cm perlu diwaspadai terjadi osteoporosis dalam tubuh. 

foto doc. blogger cihuy

Kenali Psoriasis dan Jangan Kucilkan Pasiennya



“Clear Skin is No Longer Dream” menjadi tema acara Novartis bersama Novartis Indonesia dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu (16/8) lalu di Hotel Westin, Jakarta. Tema itu diangkat karena berhubungan dengan penyakit Psoriasis, penyembuhan serta inovasi baru dari Novartis untuk menyembuhkan Psoriasis. Hadir dalam acara dr. Danang Tri Wahyudi, SpKK, spesialis kulit dari RS. Dharmais yang mengatakan gejala Psoriasis yang terlihat adalah bercak kemerahan pada kulit, terjadi penebalan pada kulit dan jika dikelupas berdarah.
 
doc.pribadi

LCZ696 dari Novartis untuk Sayangi Jantungmu


“Demi mengurangi memburuknya kondisi pasien gagal jantung, Novartis menghadirkan pengobatan gagal jantung LCZ696 dengan nama molekul sacubitril valsartan hydrate di kelas perawatan ARNi (Angiotensin Receptor-Neprilysin inhibitor) di Indonesia sejak pertama kali diluncurkan di Eropa dan Amerika Serikat 18 bulan lalu”, ujar Presiden Direktur Novartis Indonesia,  Milan Paleja. Hal ini disampaikan Milan Paleja dalam acara Press Conference Set Your Life Back in Motion di Hotel Borobudur (29/7) lalu yang menyampaikan adanya obat LCZ696 untuk pengobatan pasien gagal jantung.

doc.novartis
Novartis Indonesia berkomitmen untuk terus melakukan inovasi demi meningkatkan dan memperpanjang kehidupan pasien di Indonesia dengan menghadirkan LCZ696. LCZ696 mampu mengurangi kematian cardiovascular sebanyak 20% dan perawatan gagal jantung sebanyak 21% yang dibuktikan berdasarkan studi klinik PARADIGM HF.

Kemenkes dalam Peringatan Hari Diabetes Sedunia di Era JKN


Diabetes Melitus sudah tidak asing di telinga masyarakat, sebanyak 1 dari 11 orang kini mempunyai Diabetes. Sebagai puncak peringatan Hari Diabetes Sedunia yang jatuh pada tanggal 14 November, Kementerian Kesehatan RI mengadakan Simposiun Nasional Hari Diabetes Sedunia dengan tema Eyes On Diabetes yang dilaksanakan pada tanggal 19 November 2016 lalu di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center.
docpri

Catatan dan Terobosan Kementerian Kesehatan Untuk JKN dalam Forum Bakohumas 2016



Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek,Sp.M (K) menghadiri Pertemuan Forum Bakohumas (Badan Kordinasi Hubungan Masyarakat) 2016 dengan tema “Implementasi Kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam Pembangunan Kesehatan” untuk memberikan beberapa catatannya. Forum kali ini bertempat di ruang J. Leimena Gedung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2016 lalu.Di awal forum Surya Nandika dari Bakohumas menyampaikan bahwa kesehatan adalah aspek penting dalam kehidupan. Untuk itu Bakohumas diingatkan kembali dalam forum ini sesuai Pesan Presiden kepada Bakohumas bahwa sebagai humas harus cepat dan intensif dalam memberikan informasi kepada masyarakat luas.
 
Menkes Nila Moeloek - docpri

Mata adalah Jendela Dunia, Jangan Remehkan Kesehatan Mata Kita

Mata adalah bagian tubuh paling indah dan menawan hati, seperti cinta yang bermula dari mata turun ke hati. Mata yang indah, jernih menggambarkan jiwa yang sehat karena membuktikan seseorang tersebut mempunyai pola hidup yang sehat. Coba dech, kamu begadang satu malam saja maka mata kamu akan terlihat layu. 
 
Juara Harapan 1 Lomba Foto Kemenkes - docpri

Kesehatan mata itu penting, meski gangguan penglihatan tidak dianggap penyakit prioritas dalam kamus kesehatan Indonesia tetapi juga perlu menjadi kepedulian sedari dini dalam keluarga. Biasakan untuk mengkonsumsi wortel yang kaya akan vitamin A dan minum jus wortelnya rutin pada diri sendiri dan kepada anggota keluarga, khususnya kepada anak anda. Kalau aku pribadi boleh dibilang pengemar wortel. Dari kecil biasa menemani ibu memasak di dapur dan memakan wortel segar yang seharusnya dimasak oleh ibuku (nyengir bahagia).

Difesiensi vitamin A terhadap anak sangatlah perlu diperhatikan. Vitamin A penting untuk metabolisme penerimaan cahaya pada mata dan lapisan air mata agar kornea tidak kering. Vitamin A identik dengan wortel dan sayangnya banyak anak kurang menyukai wortel. Bagi yang tidak menyukai wortel, betakarotin pada sayur dan buah berwarna kuning, orange atau merah juga bagus untuk kesehatan mata.
 
Pemenang Lomba Foto Kemenkes - docpri
Pengetahuan sederhana itu kudapatkan saat mengikuti Seminar Kesehatan Indera Penglihatan pada 13 Oktober lalu yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan. Seminar tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) pada hari yang sama. Acara lainnya adalah lomba foto kesehatan mata tingkat SLTA se DKI Jakarta, talkshow Elshinta dan press briefing dan puncaknya adalah Deklarasi Mata Nasional. Lomba foto sudah berlangsung dari tanggal 22 september-9 oktober. Foto yang masuk sebanyak 114 foto dan terpilih 6 pemenang, pemenang juara dan harapan masing-masing 3 orang. Juara 1 oleh Nuramaliasari dari MAN 9 Jakarta, Juara 2 oleh Eduardu Krisna dari SMA 9 Jakarta dan Juara 3 oleh Alugoro dari SMA 9 Jakarta.

Dr.Lily SS., MM.,NIP - docpri
Kembali ke soal mata, Dr. Lily Sriwahyuni S., MM.NIP selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghimbau semua untuk menjaga kesehatan mata karena mata adalah jendela dunia. Setiap warga negara Indonesia mempunyai hak untuk mendapatkan penglihatan yang optimal. Tanpa kita sadari makin banyak anak-anak yang menggunakan kacamata yang menandakan jumlah kelainan refraksi yang meningkat.  Data WHO tingkat kebutaan di Indonesia sebanyak 1,5% dan tertinggi di Asia, sedangkan untuk dunia, Indonesia menempati posisi nomer 2 setelah Ethiopia. Sebanyak 1 juta penduduk Indonesia mengalami kebutaan dengan penyebab utamanya adalah katarak

Menurut Dr. Gitalisa Andayani A, SpM(K) sebagai narasumber dalam seminar  menyampaikan bahwa sebanyak 285 juta orang di dunia mengalami gangguan penglihatan, 39 juta kebutaan dan 246 juta mengalami low vision. Definisi kebutaan menurut WHO adalah dalam jarak 3 meter pandangan hanya bisa melihat jari dan sisanya blur. Menurut data yang didapat bahwa 90% gangguan penglihatan terdapat di wilayah dengan penghasilan rendah dan 80% masalah penglihatan bisa dicegah dan diatasi


Elemen Komite Mata Nasional - docpri
Melihat kondisi tersebut dan mengikuti World Vision 2020 The Right To Sight, yang mempunyai visi menanggulangi kebutaan, didirikanlah Komite Mata Nasional sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia no.HK02.02/MENKES/155/2015. Komite Mata Nasional bekerja bahu membahu dengan seluruh elemen masyarakat untuk mengatasi persoalan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia.

Penyerahan Plakat - docpri
Mengalami kebutaan dan menjadi tunanetra itu tidak enak, dunia gelap. Aku tahu betul rasanya karena pengalamanku bekerja di sebuah LSM untuk tunanetra dan sempat diberikan pelatihan “menjadi tunanetra dalam sehari”. Aku memakai penutup mata dalam sehari (mungkin kurang) berjalan  dan berusaha mengenal posisi, suara, dengan meraba tembok dan semacamnya. Yang pasti aku lihat hanya gelap dan hitam.

Mata Sehat & Gangguan Penglihatan
Yuk jaga kesehatan mata kita. Ciri-ciri mata sehat antara lain:
  • Kelopak mata dapat membuka dan menutup dengan baik
  • Bulu mata teratir dan mengarah keluar
  • Kornea (selaput bening) benar-benar jernih
  • Pupil benar-benar hitam dan bergerak sesuai intensitas cahaya (mengecil saat cahaya terang dan melebar saat cahaya redup)
  • Penglihatan setiap mata jelas dan fokus
Gangguan penglihatan yang terjadi pada seseorang ditandai dengan kondisi mata merah, nyeri dan bengkak, terjadi penurunan tajam penglihatan, sering sakit kepala, gangguan penglihatan pada senja hari, dan terlihat bagian berwarna putih pada pupil. Gangguan penglihatan ada empat (4), antara lain:
  1. Gangguan Refraksi: Gangguan penglihatan yang terjadi akibat cahaya difokuskan tidak tepat pada makula, sehingga terjadi keluhan penglihatan buram. Jenis gangguan refraksi ada miopi (rabun jauh), hipermetropi (rabun dekat), astigmatisma (mata silindris) dan presbiopia (mata tua).
    Miopi - docpri

    docpri

    Mata Silindris (AStigmatisma) - docpri

  2. Katarak: Kekeruhan pada lensa yang menyebabkan penurunan pada penglihatan atau tidak mampu melihat dengan jelas. Gejala katarak antara lain penglihatan kabur, berselaput, mata mudah silau dan sulit mendapatkan ukuran kacamata yang tepat. Untuk penderita katarak tingkat lanjut akan tampak bagian putih di pupil mata.
    Katarak - docpri
  3. Glaukoma: Gangguan penglihatan yang disebabkan meningkatnya tekanan pada bola mata yang merusak serabut saraf retina. Kerusakannya bersifat permanen dan dapat berujung pada kebutaan. Glaukoma disebabkan oleh Hipertensi dan Diabetes Melitus.
    Glaukoma - docpri
  4. Retinopati Diabetik: penyakit mata yang diakibatkan oleh diabetes. Gangguan penglihatan pada mata karena diabetes biasanya akan muncul setelah 5 tahun.
Pengaruh Gadget Pada Anak
Dra.Ratih Ibrahim MM.Psi
Di era serba digital ini keberadaan gadget tidak lepas dari kehidupan sehari-hari. Yang tidak kita sadari paparan radiasi dari gadget bisa menimbulkan kelainan refraksi pada penglihatan mata. Beberapa fakta disampaikan oleh Dra. Ratih Ibrahim, MM. Psikologi bisa menjadi bahan renungan kita untuk mulai mengurangi penggunaan gadget pada anak.

Faktanya 40% anak di usia 2-4 tahun seudah menggunakan smartphone/gadget, 90% orang tua mengatakan anaknya sudah terpapar dengan layar gadget sejak usia 2 tahun, anak usia sekolah menghabiskan 6 jam setiap harinya dengan gadget, dan 67% remaja sudah mempunyai smartphone dan 53% anak usia sekolah sudah memiliki gadgetnya sendiri.
 
dampak sosial gadget - docpri
Hal yang disadari bahwa usia anak sekolah dan remaja itu perlu melakukan hubungan sosial dengan teman atau dengan lingkungan sekitarnya. Selain terpapar radiasi gadget yang bisa menyebabkan gangguan penglihatan, gadget juga bisa menyebabkan seorang anak/remaja menjadi pribadi yang antisosial, phone snubbing, dan short attention span.

Yuk kita mulai membatasi penggunaan gadget kepada anak. JANGAN BERIKAN GADGET KEPADA ANAK USIA 0-2 TAHUN dan batasi penggunaan gadegt 1-2 jam per hari untuk anak usia 2 tahun keatas. Untuk aku yang masih berdua dengan suami berlaku juga jam SILENT GADGET. Sepulang suami kerja kami berkomitmen untuk quality time alias ngobrol. Itulah moment dimana smartphone kami harus disilent dan kami bercerita tentang kegiatan kami seharian apa saja. Setidaknya kami mencoba membiasakan diri dengan pembatasan gadget saat malam atau saat berkumpul keluarga. -RGP-


Diabetes: Sillent Killer, Perhatikan 3J dalam Pola Makan & Dukung Kampanye Gerakan Indonesia Lawan Diabetes



Tahukah kamu kalau diabetes is sillent killer? Diabetes ternyata hulunya berbagai macam penyakit, mulai dari jantung, ginjal, mata, gigi, kulit sampai kemungkinan amputasi karena luka yang sukar kering. Faktanya diabetes adalah penyakit pembunuh no.3 di Indonesia dan rangking kelima di dunia tahun 2014 untuk jumlah penderita diabetesnya. Bukan suatu hal yang membanggakan. Hal ini merujuk data Sample Registration Survey (SRS). Menyebut Diabetes teringat nenekku di Blora, yang pernah mengalami bekas operasi lama pulih karena ternyata nenek Diabetes. Yang mengkhawatirkan diabetes ternyata bisa menurun karena juga bisa dipengaruhi oleh gaya hidup, diabetes yang menurun adalah diabetes tipe 2.
 
Menteri Kesehatan di tengah - doc.pribadi

Imunisasi itu Wajib dan Gratis dari Pemerintah. Tunggu Apalagi Lekas Imunisasikan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat pada 29 Juli 2016 lalu secara khusus mengundang blogger dalam Temu Blogger bersama Kemenkes. Temu blogger kali ini bertempat di Hotel The Park Lane, Casablanca  dan mengambil tema yang sedang marak di masyarakat yaitu tentang Imunisasi.  Para blogger diajak untuk lebih memahami tentang imunisasi.

doc.pribadi

Anjari Umarjianto yang seorang praktisi public relations kesehatan ini berperan sebagai moderator di awal pertemuan bloggger ini. Anjari mengajak teman blogger untuk mengenal lebih dekat dengan staf Kemenkes penyelenggara dan drg. Oscar Primadi, MPH sebagai Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes.
Anjari - doc.pribadi
drg. Oscar Primadi - doc.pribadi


Apa Itu Imunisasi ?
Imunisasi adalah memberikan sesuatu zat (vaksin) untk menjadi imun bagi tubuh. Untuk itu imunisasi diperlukan sebagai bentuk pencegahan dan perlindungan tubuh dari penyakit. Pendalaman tentang imunisasi disampaikan lebih lanjut oleh Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof.Dr.dr.Sri Rezeki S. Hadinegoro Sp.A(k)
 
Satgas Imunisasi IDAI - doc.pribadi
Imunisasi dilakukan untuk melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu, menurunkan prevalensi jumlah penyakit di Indonesia dan setiap penyakit ada jadwalnya untuk imunisasi. Tujuan paling utamanya adalah eradikasi penyakit yaitu seperti menghilangkan wabah penyakit tertentu di masyarakat.

Pekan Imunisasi Nasional atau yang dikenal oleh ibu-ibu dengan PIN selama ini memberikan imunisasi untuk Polio, Hepatitis B, Pertusis, Difteri, Campak, Tetanus dan Hib. Ketujuh penyakit termasuk dalam kategori penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3i) atau Vaccine Preventive Disease (VPD).
 
doc.pribadi
Jika anak tidak diimunisasi bisa menyebabkan terjadinya wabah atau kejadian luar biasa (KLB). Seperti wabah penyakit polio di Indonesia pada tahun 2005 dan 2006 serta campak. 

Cakupan & Reduksi Campak - doc.pribadi


Di dalam vaksin asli isinya macam2, antigen, pelarut, stabilizer, dan pengawet yang efeknya berbeda pada tiap anak. Vaksin disebutkan tidak sama dgn obat karena dosis minimal yang dgunakan sehingga tidak perlu takut dilakukan berulang.Untuk vaksin ada jarak standarnya dan intervalnya minimalnya 1 bulan. Imunisasi untuk semua umur bahkan manula juga harus diimunisasi lagi.

Vaksin secara global ada dua (2) yaitu vaksin hidup dan vaksin mati. Vaksin hidup disebutkan ulahnya seperti penyakit aslinya. Jadi ketika disuntikkan akan menimbulkan efek yang serupa dengan gejala aslinya.   

Imunisasi Itu Wajib untuk Pemerintah dan Orangtua kepada Anak
Pasti banyak masyarakat yang belum tahu bahwa sebenernya Imunisasi itu sudah diatur oleh pemerintah dalam Undang-Undang Tentang Kesehatan (no.36 tahun 2009). Tepatnya diatur dalam UU no.36 tahun 2009 pasal 130 dan pasal 132.

  • UU no.36 tahun 2009 pasal 130 berisi bahwa” Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak “
  • Pasal 132 berisi “Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai ketentuan yang berlaku, untuk mencegah terjadinya penyakit dapat dihindari dengan imunisasi”.


Dalam UU yang sama pasal 131 ayat 2 menyebutkan bahwa upaya pemeliharaan kesehatan anak dilakukan sejak anak masih dalam kandungan, setelah dilahirkan dan sampai berusia 18 tahun. Semua rencana dan panduan perlindungan kesehatan sampai anak berusia 18 tahun sudah ada dalam buku panduan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dan sudah harus dicatat sejak 2004.

Dan ditekankan pada ayat 3 pasal 131 bahwa upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak menjadi tanggungjawab dan kewajiban bersama orangtua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan pemerintah daerah. Jelas banget ya sudah menjadi kewajiban baik secara hukum maupun garisan hidup bahwa anak adalah titipan yang harus kita besarka, jaga dan lindungi oleh kita sebagai orangtua dan membutuhkan peran serta banyak pihak.

Kunci keberhasilan Imunisasi
Kunci keberhasilan imunisasi antara lain: memperhatikan mengenai masalah penyakit, memperhatikan resiko dan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan anak, memberikan vaksin yang efektif dan aman, memberikan pelayanan yang baik dan mudah terjangkau, memberikan edukasi yang positif, berkesinambungan dan merata di masyarakat, diperlukan kerjasama yang baik antara akademisi, pemerintah dan swasta, vaksin palsu yang beredar tidak steril dalam proses pembuatannya.
 
doc.pribadi
Pemerintah sudah menyediakan vaksin gratis yang bisa didapatkan di puskesmas atau posyandu terdekat anda. Menyikapi banyak vaksin import yang dipalsukan, kedepannya untuk menggunakan vaksin import yang ditawarkan klinik atau rumah sakit akan dibuat surat perjanjian dengan tandatangan persetujuan orangtua.-RGP-

Peran Perempuan dan 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Gizi Anak Menurut Menkes

Blogger dari berbagai komunitas diundang pada Dialog Nasional yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan pada Rabu, 27 Juli 2016. Dialog nasional kali ini mengambil tema “Kurang Gizi Terselubung Menuai Generasi Hilang – Bagaimana Peran Perempuan Indonesia”. Awalnya sempat bingung kemana arah dialognya jika melihat temanya. Ternyata dialog ini terkait dengan rangkaian Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli.

Cukup banyak blogger yang diundang pada dialog ini. Keynote speech kali ini langsung dari Ibu Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang menyampaikan keprihatinannya pada status gizi anak di Indonesia dan terhadap kurangnya asupan gizi pada anak Indonesia. Padahal Indonesia kaya akan sumber pangannya dan bisa menjadi makanan sehat untuk dikonsumsi yang bisa menjadi gizi.
 
Menkes Nila Moeloek menyampaikan keynote speech - doc.pribadi
Kenyataannya 1 dari 4 ibu hamil di Indonesia mengalami kekurangan gizi kronis dan hanya 20% masyarakat Indonesia yang paham pentingnya kesehatan. Padahal paham arti kesehatan itu sangat penting bagi anak sebagai generasi masa depan bangsa.

Peran perempuan bagiMenkes Nila Moeloek ada empat (4), yaitu:
1.      Mempraktekkan pemberian gizi seimbang kepada anak dan keluarga
2.      Meningkatkan pengetahuan keluarga/masyarakat tentang praktek pemberian makanan bergizi dalam keluarga dan perilaku hidup bersih
3.      Berperan aktif dalam menghilangkan buday dan praktek pemberian makanan yang tidak sehat
4.      Berperan aktif dalam memberikan pendampingan kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan ibu baduta/balita.

Banyaknya Ibu bekerja sekarang ini juga menjadi penyebab kurangnya asupan makanan sehat bagi calon bayi dan anak. Kesibukan ibu kerja bisa menyebabkan kurang menjaga makanan yang akan dikonsumsi dirinya yang bisa berpengaruh bayi ataupun makanan anak. 1000 Hari Kehidupan Pertama (1000 HPK) itu tidak boleh luput dari peran perempuan. Nila Moeloek mengharapkan generasi masa depan bisa menjadi generasi dan manusia yang berkualitas. 
 
Anak-anak dari YPAC - doc.pribadi
Dialog nasional resmi dibuka oleh Ibu Menkes setelah membacakan keynote speechnya. Sebelum memulai sesi dialog, anak-anak penyandang cacat dari Yayasan Pembina Anak Cacat (YPAC) membawakan lagu yang menunjukkan ketegaran dan kemampuan mereka dalam berkesenian dengan suara mereka yang jernih dan lirik lagu yang menggugah nurani.
 
Dyah A.Pasha & dokter Anju - doc.pribadi
Hadir kemudian Ayu Dyah Pasha dan dokter Junaedi S. Purnama yang akrab dipanggil dokter Anju yang berperan sebagai moderator. Dyah Ayu Pasha yang cantik dan lembut berhasil membawakan setiap sesinya dengan baik dan dokter Anju yang juga selalu memberikan tips kesehatan di setiap kesempatannya. Tips dari dokter Anju yang berhasil terekam oleh saya adalah untuk membiasakan memberikan makanan sehat dari kecil karena efek baiknya akan terasa ketika berusia 40 tahun dan untuk menghindari mentega putih. Mentega putih itu Jahap alias jahat lho ternyata.

Omega 3 yang Penting untuk Pertumbuhan Otak
Prof. Dr. Ratna Djuwita dari Prodi Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) pada dialog kali ini membawakan presentasinya tentang Kandungan Omega 3 pada anak-anak Indonesia dan Pengaruh Kekurangan Omega 3 pada tumbuh kembang Anak (brain development). Bagaimana kita mendapatkan omega 3 yang penting untuk otak kita? Dokter Ratna menjawab itu.

Tanpa kita sadari kita bahwa makanan yang kita konsumsi selama ini lebih banyak makanan yang berlemak jenuh daripada lemak tak jenuh. Hasil penelitian dari metode sampling sebanyak 118 makanan dari 13 provinsi untuk analisa lemak menunjukkan bahwa 81% asupan lemak pada anak masih dibawah rekomendasi WHO, 84% asupan Omega 3 pada anak masih dibawah rekomendasi WHO, dan 31% asupan omega 6 pada anak masih dibawah rekomendasi WHO.

doc.pribadi
Omega 3 ternyata bisa didapatkan dari ikan. Ikan di Indonesia melimpah sayangnya banyak yang diekspor yang lebih baik diberikan untuk konsumsi makan anak bangsa agar masa depan anak bangsa cerdas. Anak-anak yang lahir dari ibu yang sering mengkonsumsi ikan mempunyai kesempatan 5x lebih banyak dalam tumbuh kembang otak yang sehat dan ASI Ibu hamil yang sering makan ikan juga akan kaya omega 3. Anak-anak yang sering makan ikan, IQ dan kognitifnya akan lebih baik daripada anak yang jarang makan ikan.

doc.pribadi
Pertumbuhan otak terjadi sejak janin berumur 25 hari. Untuk itu perlunya konsumsi ikan  3-4 porsi per minggu. Untuk mendapatkan asupan omega 3 bisa dari cumi, ikan laut pipih seperti ikan raja gantang, teri, ikan bawal, ikan banyar, ikan kerapu, ikan layang, ikan ekor kuning, ikan kembung atau ikan kakap. Atau konsumsi 1-2 porsi perminggu kerang, udang, kepiting atau ikan berlemak seperti ikan tongkol, ikan sardin, ikan bandeng dan ikan kue. Cara terbaik mengkonsumsi ikan adalah dikukus atau dipepes agar kandungan omega 3 tetap utuh.Omega 3 untuk para vegetarian bisa didapatkan dari flaxsheed.

1000 Hari Pertama dalam Kehidupan
Senada dengan Menkes, Dr.dr.Rini Sekartini Sp. A(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM juga menambahkan informasi mengenai pentingnya 1000 hari pertama dalam kehidupan yang berperan sebagai landasan pertumbuhan anak, perkembangan sosial emosi, kecerdasan dan kemandirian. Saat itu adalah proses terjadinya perkembangan otak yang pesat dan mencapai puncaknya pada usia 2 tahun
 
1000 HPK Menkes- doc.pibadi
Batas maksimal pertumbuhan tinggi badan adalah usia 18 tahun. Berat badan ideal anak adalah 20% dari berat badan orang dewasa dan tinggi badan ideal anak adalah 50% dari tinggi badan orang dewasa. Pertumbuhan otak pada anak adalah 70 – 80% orang dewasa. 
doc.pribadi

ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan dan harus diusahakan apapun kendalanua agar anak mendapat asupan gizi terbaik. Idealnya menyusui atau memberikan ASI pada anak adalah 15-20 menit. MPASI dilakukan setelah 6 bulan, MPASI segar yang dibuat sendiri dengan cinta lebih baik daripada MPASI pabrikan. Ternyata usia 6 bulan adalah usia krusial anak untuk belajar makan.Pantau selalu perkembangan tumbuh dan kembang anak dengan buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Didalam buku KIA ada panduan kesehatan untuk anak hingga usia 18 tahun. 

doc.pribadi
Dr.dr Saptawati Bardosono, M.Sc (Departemen Ilmu Gizi FKUI RSCM) dan Asih Setiarini menyebutkan perlunya promosi kesehatan sedari awal untuk mendorong kebiasaan makan sehat dan aktivitas fisik yang teratur. Kebiasaan makan sehat itu berawal dari rumah. Keluarga dan para guru harus berperan aktif mengawasi makanan yang dikonsumsi anak. Ciptakan pelangi di piring makan anda dengan membagi 3 bagian porsi dalam piring, 1/3 nasi, 1/3 sayuran dan 1/3 lauk pauk. Menkes, Nila Moeloek menyarankan agar sekolah setiap 3 jam memberikan waktu makan untuk anak sekolah mengingat jam sekolah yang lama.

GEMASS: Gerakan Makan Sehat Anak Sekolah
Sebuah gerakan yang dicetuskan oleh Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan UI tahun 87/88 yang berkembang menjadi gerakan sociopreneur dan kegiatan sosial. GEMAS membuat pedoman berupa piramida untuk konsumsi makanan sehat dan aktifitas yang menyehatkan selama seminggu atau harian.
Anjuran GEMASS:
  • Banyak minum air putih minimal 8 gelas per hari salah satunya.
  • Ajak kakak atau adik untuk berjalan-jalan atau membantu Ibu dirumah
  • Olahraga 3-5 kali seminggu seperti berenang, bersepeda, main bola
  • Kurangi menonton televisi atau bermain games di komputer atau gadget

kataresi.com 2019. Powered by Blogger.